REFLEKSI PERINGATAN HARI PENDIDIKAN: PANDANGAN PRIBADI

SEBUAH REFLEKSI DIHARI PENDIDIKAN

Ini bukanlah tulisan ilmiah, melainkan hanya sebuah argumen dan hasil pengalaman pribadi. Silahkan ambil benarnya jika memang ada yang benar, dan anggap saja ini tulisan tidak berguna jika memang tidak ada yang benar.

Bangsa ini, telah menjadikan pendidikan sebagai ujung tombak dalam upaya merealisasikan cita-cita bangsa Indonesia “Mencerdaskan kehidupan Bangsa”. Tidak sebatas hanya untuk mencapai cita-cita bangsa, pendidikan yang selama ini diselenggarakan pun berupaya untuk menjadikan manusia Indonesia sebagai manusia Indonesia yang seutuhnya yaitu manusia yang taat beragama, terdidik, cerdas, berakhlak, yang nantinya diharapkan dapat berguna bagi agama, bangsa, dan negara.

Keberhasilan dari penyelengaraan pendidikan Indonesia telah terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh bangsa yang hebat, pakar-pakar pendidikan yang profesional, anak-anak bangsa yang mendunia dan masih banyak yang lainnya. Tentu, inilah yang diharapkan pendidikan ini. Namun, jika kita melihat secara mendalam tentang pendidikan ini, kita pasti akan menemukan berbagai permasalahan, baik dari segi penyelenggaraan pendidikan, kurikulum pendidikan, dan orang yang dihasilkan dari pendidikan (output).

beberapa permasalahan yang bisa saya tuliskan:
=>Guru-guru di sekolah dibingungkan oleh adanya perubahan kurikulum yang tidak jelas. Tidak hanya guru yang bingung melainkan siswa pun juga mengalami kebingungan tentang masalah ini. Kira-kira mungkin tidak, jika yang kemarin dilakukan adalah perbanyakan pelatihan kepada para guru disekolah sehingga para guru semakin paham dengan kurikulum itu. Saya rasa perbanyakan pelatihan kepada guru juga dapat keningkatkan kualitas guru. “Bukannya segala sesuatu yang susah dilakukan sekalipun akan menjadi mudah jika kita tahu caranya???”.
Pembuatan kurikulum yang saya rasa tidak hanya menghabisklan dana yang murah menjadi sia-sia. Bukankah sebaiknya uang yang banyak dikeluarkan untuk masalah ini lebih baik digunakan untuk meningkatkan kualitas para guru kita melalui pelatihan dan kegiatan lain??? Dan kini saya tidak tahu kemana saat ini rumusan itu, mungkin hanya menjadi arsip semata. Yaa wajar, saya hanya kaum pinggiran.

=>Guru besar yang seharusnya bisa menjadi panutan dalam pendidikan malah justru menjadi contoh yang tidak baik, tertangkap polisi karena kasus narkoba. Kasus ini sangat mencederai dan menodai pendidikan kita, seorang guru besar yang cerdas intelektual namun tidak cerdas secara moral.
=>Masih adanya atau mungkin banyak Guru yang tidak layak digugu dan ditiru. Kenapa demikian?? Bagaimana kita menjadikan sebagai contoh jika guru juga bermasalah??? Menghukum anak keterlaluan, melakukan kejahatan seksual dan lain-lain.

=>Terdapatnya berita tentang “para siswa SMA yang melakukan perbuatan asusila” setelah melakukan ujian nasional menjadi pertanyaan besar,,, ADA APA DENGAN PENDIDIKAN KITA????? Benarkah pendidikan kita saat ini baru bisa menciptakan siswa yang cerdas secara intelektual namun lemah secara moral??? Meningkatnya permasalahan pernikahan diusia dini yang sebagian besar disebabkan karena kecelakaan (LKMD=>lamar keri meteng ndisek “lamar belakang, hamil duluan) juga mungkin bisa menjadi pendukung bahwa pendidikan kita bermasalah.

=>Permasalahan lainnya yang mungkin juga sangat miris adalah “Anak SD tewas dikeroyok temannya”. Kenapa hal ini bisa terjadi???? Diajarkan tentang apa anak-anak kita??

=>Masalah lain yang mungkin saat ini masih terjadi adalah pendidikan yang kurang merata, fasilitas pendidikan yang kurang memadai diberbagai pelosok, kekurangan guru, dan lain-lain.. ini sedikit gambaran tentang berbagai masalah pendidikan di Indonesia versi saya, mungkin masih banyak yang lainnya.
Yang perlu kita sadari saat ini adalah “Pendidikan kita adalah suatu SISTEM”. Dimana unsur-unsur yang membangun sistem ini adalah keluarga, sekolah, teman sebaya dan masyarakat, pemerintah, dan para tokoh masyarakat. Sistem tidak akan bisa dipahami jika hanya dilihat secara bagian perbagian. Sistem harus dipahami secara keseluruhan.

Bagaimana pengaruh unsur-unsur yang membangun sistem terhadap sitem sendiri??? Pengaruhnya adalah “jika salah satu unsur tersebut bermasalah maka sistem akan bermasalah”!!! lihat saja, pendidikan sekolah baik, namun pendidikan keluarga tidak baik kemungkinan besar siswa bermasalah, begitu juga sebaliknya. Pendidikan sekolah baik, pendidikan keluarga baik, jika lingkungan masyarakatnya buruk juga memungkinkan siswa bermasalah. Begitu juga sebaliknya…

Hari pendidikan ini, mari kita jadikan refleksi bersama… kita sadari bahwa mencerdaskan anak-anak kita, siswa-siswa kita adalah usaha bersama, untuk itu:

1.Orang tua dan anggota keluarga hendaknya menciptakan proses dan suasana pendidikan yang baik untuk anak. Memfasilitasi anak dalam mengembangkan potensi dan bakat yang dimiliki, memenuhi kebutuhan setiap tahap perkembangan, dan lain-lain

2.Sekolah hendaknya menjadi pendidikan terbaik bagi anak, melalui suasana dan juga proses pembelajaran yang berkualitas. Kurikulum dan pengajaran harus diseimbangkan agar tidak mampu memfasilitasi dan memenuhi semua aspek perkembangan anak, sehingga anak tidak hanya cerdas intelektual melainkan cerdas secara emosional dan sosial.

3.Masyarakat hendaknya memberikan dukungan penuh kepara para anak-anak. Hal yang perlu diperhatikan dan disadari adalah “jadikan anak-anak lebih cerdas dari pada kondisi masyarakat saat ini, karena tuntutan mereka kedepan berbeda dengan tuntutan kehidupan saat ini”, yang mungkin hanya bisa dijalani dengan sukses oleh anak-anak terdidik. Selain itu, ciptakan budaya yang baik kepada anak misalnya memalui penerapan jam belajar dan lain-lain.

4.Pemerintah juga memiliki peran yang sangat penting dalam kesuksesan pendidikan Indonesia. Berbagai permasalahan pendidikan yang mungkin bisa dan harus diselesaikan oleh pemerintah adalah penyediaan pendidikan yang merata dan murah, penyediaan fasilitas sekolah yang memadai (tidak hanya membuat aturan tentang standar sarana dan prasarana) melainkan juga mewujudkannya. Selain itu, mengingat media massa terutama televisi merupakan faktor yang sangat berpengaruh bagi pendidikan anak hendaknya melalui tangan pemerintah memperketat aturan dan melaksanakan serta mengontorl pelaksanaan aturan) tentang tayangan yang ditampilkan oleh di televisi. Tayangan televisi dan media lain wajib dan harus baik dikonsumsi anak, tidak penuh kekerasan, tidak penuh dengan tontonan berbau romantisme atau porno, dan tidak hanya sekedar hiburan.
Saya rasa internet pun bisa dikontrol oleh pemerintah. Situs-situs yang tidak layak ada, melalui BNPT (mungkin) bisa diblokir. Tidak hnya situs islam radikal yang diblokir..!!!!!

5.Tokoh masyarakat dan orang-orang terdidik hendaknya turut berpartisipasi dalam pendidikan ini dengan turut serta memperhatikan lingkungan tempaty belajar anak dan berupaya menciptakan lingkungan yang baik untuk anak.

“JANGAN TINGGALKAN GENERASI YANG LEMAH”

edo lestari
Mahasiswa BK UAD

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

soal ujian psikologi pendidikan online

silahkan temen-temen download disini

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

bk kelompok edo

download

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

mata kuliah semester 3

silahkan teman-teman download beberapa materi yang telah terkumpul disini

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

langkah cepat merekapitulasi dan menghitung nilai dengan menggunakan excel

sudah menjadi hal yang tidak asing lagi bagi para instansi pendidikan (terkhusus guru) dengan istilah “raport” yang merupakan buku catatan nilai siswa secara keseluruhan. komponen yang biasanya terdapat dalam buku raport siswa antara lain sebagai berikut :

  1. Nilai Ulangan Harian siswa
  2. Nilai Tugas siswa
  3. Nilai Ulangan Tengah Semester siswa (UTS)
  4. Nilai Ulangan Akhir Semseter siswa (UAS) dll, yang terkadang masih ditambah dengan beberapa aspek penilaian lagi. namun yang akan di uraikan disini adalah komponen penilaian secara umumnya.

Adapun komponen atau bobot penilaian untuk komponen yang sudah disebutkan diatas, misalnya untuk Ulangan Harian (UH) berbobot 20%, Tugas (Tgs) 20%, Ulangan Tengah Semester(UTS) 30%, Ulangan Akhir Semester (UAS) 30%.

untuk menghitung nilai raport memerlukan beberapa formula untuk mendapatkan hasil yang sesuai dan benar. beberapa formula yang dapat digunakan dengan menggunakan Excel antara lain :

  • untuk mengitung rata-rata, dapat menggunakan formula [ =AVERAGE(…) ]
  • untuk menghitung jumlah dapat menggunakan [ =SUM(…) ]
  • untuk menghitung rangking dapat menggunakan [ =RANK(jumlah;lingkup) ]
  • untuk menghitung hasil akhir dari nilai raport dapat menggunakan formula [ (=(2*D6+2*E6+3*F6+3*G6)/10) ]

contoh cara menghitung nilai raport yang menggunakan microsoft excel dapat download di:

  1. dropbox

artikel ini dikutip dari tulisan pada tawarblog.wordpress.com

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Understanding Career Counseling

jurnal bimbingan konseling karir berbahasa inggris, download

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

perbandingan guru bersertifikasi dan tidak

pendidik adalah setiap orang…..download disini

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar